Selamat Datang .. DI BLOG .. UPT. PUSKESMAS PANCENG
PUSKESMAS PANCENG

DINAS KESEHATAN KABUPATEN GRESIK

DINAS KESEHATAN KABUPATEN GRESIK2

CM Mahasiswa UNAIR

Pengarahan Ka Pusk pada acara Pelatihan Kader Tiwisada

Lomba Posyandu Berinovasi di Desa Doudo

Lomba Desa Sehat Tk Propinsi

Kamis, 02 Juni 2016

REFRESHING KADER 2016



 KEGIATAN REFRESHING KADER
TAHUN 2016
UPT PUSKESMAS PANCENG



Posyandu merupakan bentuk peran serta masyarakat di bidang kesehatan yang dikelola oleh kader dengan sasaran seluruh anggota masyarakat. Dalam perkembangannya untuk meningkatkan kualitas posyandu, kegiatannya diintegrasikan dengan program Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita (BKB) yang disebut sebagai Taman Posyandu.
 
Disamping melaksanankan tugas-tugas pokok di Posyandu, kegiatan kader di Taman Posyandu juga difokuskan pada deteksi dini tumbuh kembang Balita. Kader sebagai pelaksana kegiatan di Taman Posyandu perlu terlebih dulu memahami tentang petunjuk teknis di Taman Posyandu dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan kader dalam melaksanankan deteksi dini tumbuh kembang Balita.
 
Refreshing kader di wilayah kerja Panceng dilaksanakan di Aula atau Ruang Pertemuan Tanggal 1 Juni 2016.
 
III. TUJUAN
  • Meningkatkan pemahaman kader posyandu tentang Taman Posyandu
  • Meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang deteksi dini tumbuh kembang Balita
  • Meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melaksanakan deteksi dini tumbuh kembang Balita

Gambar Kegiatan Refreshin Kader
UPT Puskesmas Panceng






 
 
 
 

Rabu, 01 Juni 2016

PEMERIKSAAN BUMIL RISTI 2016

PEMERIKSAAN IBU HAMIL 
RESIKO TINGGI
UPT PUSKESMAS PANCENG







Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan patologi yang dapat mempengaruhi keadaan ibu dan janin. Untuk menghadapi kehamilan risiko harus diambil sikap proaktif, berencana dengan upaya promotif dan preventif sampai dengan waktunya harus diambil sikap tegas dan cepat untuk menyelamatkan ibu dan janinnya (Manuaba, 2007).
 
Penyebab dari kejadian kehamilan risiko pada ibu hamil adalah karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi, rendahnya status sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah. Dengan adanya pengetahuan ibu tentang tujuan atau manfaat pemeriksaan kehamilan dapat memotivasinya untuk memeriksakan kehamilan secara rutin. Pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan hidup sehat meliputi jenis makanan bergizi, menjaga kebersihan diri, serta pentingnya istirahat cukup sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi dan tetap mempertahankan derajat kesehatan yang sudah ada. Umur seseorang dapat mempengaruhi keadaan kehamilannya. Bila wanita tersebut hamil pada masa reproduksi, kecil kemungkinan untuk mengalami komplikasi di bandingkan wanita yang hamil dibawah usia reproduksi ataupun diatas usia reproduksi (Rikadewi,2010).


Kegiatan pemeriksaan Ibu Hamil Resiko tinggi dilaksanakan di UPT Puskesmas Panceng dengan bekerja sama dengan Spesialis Kandungan RS PKU Muhammadiyah Sekapuk, pada tanggal 1 Juni 2016.





Kamis, 28 April 2016

PEMERIKSAAN JAMAAH HAJI TAHAP PERTAMA 2016

PEMERIKSAAN JAMAAH HAJI
TAHUN 2016 
( TAHAP PERTAMA )
UPT PUSKESMAS PANCENG
KABUPATEN GRESIK
25 dan 27 April 2016


Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama adalah upaya penilaian status kesehatan pada seluruh jemaah haji, menggunakan metode pemeriksaan medis yang dibakukan untuk mendapatkan data kesehatan bagi upaya-upaya perawatan dan pemeliharaan, serta pembinaan dan perlindungan.


Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan oleh oleh Tim Pemeriksa Kesehatan di Puskesmas yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.


FUNGSI
Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama berfungsi sebagai :

  1. Identifikasi, karakterisasi dan prediksi, serta penentuan metode eliminasi faktor risiko kesehatan jemaah haji
  2. Dasar upaya perawatan dan pemeliharaan kesehatan, serta upaya-upaya pembinaan dan perlindungan kesehatan jemaah haji. 
PROSEDUR PEMERIKSAAN
Prosedur pemeriksaan adalah tata cara pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi jemaah haji.

  1. Jemaah haji mengajukan permintaan Pemeriksaan Kesehatan untuk mendapatkan Surat Keterangan Pemeriksaan Kesehatan bagi kelengkapan pendaftaran haji. (Lampiran 1)
  2. Pemeriksaan kesehatan jemaah haji di Puskesmas sesuai tempat tinggal/domisilinya.
  3. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sesuai protokol standar profesi kedokteran meliputi pemeriksaan medis dasar sebagai berikut : 1). Anamnesis 2). Pemeriksaan fisik 3). Pemeriksaan penunjang 4). Penilaian kemandirian 5). Tes kebugaran
  4. Hasil pemeriksaan dan kesimpulannya dicatat dalam Catatan Medik dan disimpan di sarana pemeriksaan.
  5. Catatan Medik merupakan sumber data dan dasar pengisian Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH) setelah buku tersebut tersedia.
  6. Hasil pemeriksaan kesehatan menjadi dasar penerbitan Surat Keterangan Pemeriksaan Kesehatan oleh dokter pemeriksa
  7. Surat Keterangan Pemeriksaan Kesehatan diserahkan oleh jemaah sebagai kelengkapan dokumen perjalanan ibadah haji di Kantor Kementerian Agama. (lampiran 1)
  8. Jemaah haji yang memenuhi syarat dapat segera diberikan imunisasi Meningitis meningokokus (MM). Pelaksanaannya diatur oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penatalaksanaan imunisasi terlampir (lampiran 2).
  9. Dokter mengeluarkan Surat Keterangan Vaksinasi atau Profilaksis sebagai dasar penerbitan International Certificates of Vaccination (ICV) oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Contoh Surat Keterangan Vaksinasi atau Profilaksis terlampir (lampiran 3)
  10. Kepala Puskesmas bertanggungjawab atas pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama dan melaporkan hasilnya kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
  11. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota selanjutnya melaporkan rekapitulasi hasil Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama kepada Kepala Daerah dengan tembusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.
  12. Pembiayaan Pemeriksaan Kesehatan diatur menurut kebijakan daerah setempat.

GAMBAR PEMERIKSAAN
JAMAAH HAJI
WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PANCENG
TAHUN 2016
TAHAP PERTAMA

Penyuluhan Gizi dan Tanda Vital Pasien


Pemeriksaan Rekam Jantung 



 PEMERIKSAAN LABORATORIUM


 PEMERIKSAAN FISIK
oleh dr. Dwi Puspitasari

Selasa, 15 Maret 2016

Pelaksanaan PIN 2016

PEKAN IMUNISASI NASIONAL
2016




PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. Tujuan PIN Polio antara lain mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal serta merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.

PIN polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya

Tujuan
  • Mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain.
  • memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi
  • memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio

Tempat & Waktu
  • Waktu    : 8 - 15 Maret 2016
  • Sasaran    : Balita, termasuk pendatang dari wilayah lain.
  • Pemberian imunisasi polio tambahan dapat diperoleh di Posyandu,Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Rumah Sakit serta Pos PIN


GAMBAR PETUGAS 
UPT PUSKESMAS PANCENG
MELAKSANAKAN PIN 2016 
DI DESA, TK , POSYANDU DAN UNIT LAINNYA



















Jumat, 01 Januari 2016

PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS

PELAYANAN KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PANCENG
KABUPATEN GRESIK




Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan

1.    Pelayanan Medik Rawat Jalan
A.    Pengertian
Adalah pelayanan medik yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan (dokter) baik secara sendiri ataupun atas koordinasi bersama dengan sesama profesi maupun pelaksana penunjang pelayanan kesehatan lain sesuai dengan wewenangnya, untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan menyembuhkan penyakit yang ditemukan dari pengguna jasa pelayanan kesehatan, dengan tidak memandang umur dan jenis kelamin, yang dapat diselenggarakan pada ruang praktek.

B.    Tujuan
  1. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri, trutama melalui peningkatan kesehatan dasar dan pencegahan penyakit
  2. Meningkatkan kesehatan ‘pengguna jasa pelayanan, dan komunikasi yang dilayani oleh Puskesmas
  3. Terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas serta melibatkan partisipasi keluarga terhadap perawatan untuk:
  • Mengurangi penderitaan karena sakit
  • Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacatan
  • Memulihkan kesehatan fisik, psikis dan sosial 
  • Menurunnya angka morbidilitas penyakit di wilayah kerja Puskesmas.

2.    Pelayanan Kedaruratan Medik
A.    Pengertian
Adalah pelayanan medik terdepan yang merupakan penatalaksanaan kecelakaan dan keadaan kedaruratan medik berkenaan dengan perubahan keadaan baik fisiologik, anatomik dan mental psikologikal dari pengguna jasa pelayanan, yang terjadi mendadak, yang tindakan mengatasinya harus segera dilaksanakan di mulai dari tempat kejadian sampai dengan pelayanan medik untuk menyelamatkan kehidupan.

B.    Tujuan
Tujuan pelayanan kecelakaan dan kedaruratan medik adalah memberikan pertolongan medik segera dengan menyelesaikan masalah kritis yang ditemukan untuk mengambil fungsi vital tubbuh serta meringankan penderitaaan dari pengguna pelayanan.

3.    Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

A.    Pengertian
Adalah pelayanan gigi dan mulut yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan medik ataupun kesehatan yang berwenang dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, yang dilaksanakan sendiri atau bersama menurut fungsinya masing-masing, guna mengantisifasi proses penyakit gigi dan mulut dan permasalahannya secara keseluruhan, yang dapat dilaksanakan dalam prosedur pelayanan di kamar praktek dan dengan pembinaan kesehatan wilayah setempat.


 B.    Tujuan
  1. Meningkatnya kesadaran, sikap dan prilaku masyarakat dalam kemampuan pemeliharaan diri di bilang kesehatan gigi dan mulut dalam mencari pertolongan sedini mungkin
  2. Meningkatkan kesehatan gigi pengguna jasa pelayanan, keluarga dan komunikasinya
  3. Terselenggaranya pelayanan medik gigi dan mulut yang berkualitas serta melibatkan partisipasi keluarga terhadap perawatan untuk:
  • Menghentikan perjalanan penyakit gigi dan mulut yang diderita
  • Terhindarnya/berkurangnya gangguan fungsi kunyah akibat kerusakan gigi dan mulut
  • Mengurangi penderita karena sakit
  • Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacatan
  • Memulihkan kesehatan gigi dan mulut





Gambar : Bagian Loket / Pendaftaran



Gambar : Ruang Tunggu



Gambar : Pemeriksaan Poli Umum


Gambar : Pemeriksaan Poli Gigi

 
Gambar : Pemeriksaan KIA


Gambar : Pemeriksaan Anak MTBM/ MTBS




Gambar : Pemeriksaan Laboratorium




Gambar : UGD



Gambar : Ruangan Rawat Inap


Gambar : Apotik dan Loket







Kamis, 30 Juli 2015

Gedung Baru UPT Puskesmas Panceng


Gedung Tampak Depan UGD


Gedung dalam Tampak Depan

Gedung Baru Tampak Depan
Gedung Tampak Samping
Halaman Gedung














BANGUNAN LAMA PUSKESMAS PANCENG (JUNI 2015)


                                                    Gedung Lama
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net